Pages

Tampilkan postingan dengan label Sriwijaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sriwijaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

Konsep Mendesa di Ibu Kota Kerajaan Sriwijaya

Pengarungan Sungai Musi, urat nadi peradaban sejak masa Sriwijaya. | Reynold Sumayku/NGI
KOMPAS.com - Pertanyaan paling kerap dilontarkan mengenai Sriwijaya adalah, “Di mana ibu kotanya?” “Di mana istananya?”

Meskipun sebagian besar ilmuwan menyepakati Palembang sebagai pusat Sriwijaya pada periode awal, perdebatan tentang letak ibu kota kerajaan ini selalu muncul. Sebabnya, hingga sekarang belum ditemukan sisa-sisa reruntuhan yang merupakan istana atau keraton Sriwijaya.

Mengenai peluang terjadinya penemuan keraton Sriwijaya, para ahli menyatakan kemungkinannya tipis sekali. “Permukiman Sriwijaya dibuat dengan konsep mendesa,” jelas Nurhadi Rangkuti, Kepala Balai Arkeologi Palembang. “Rumah-rumah dibangun dengan bahan kayu dan bambu berupa rumah panggung atau rumah terapung,” lanjutnya.

Hal tersebut karena lokasi permukiman berada di tepian Sungai Musi yang terkadang meluap. Dataran di wilayah Palembang pada masa silam juga banyak berupa rawa.  Hanya bangunan keagamaan yang dibangun oleh Sriwijaya dengan bahan bata merah, mengingat lokasinya berada di tempat yang tinggi.

Catatan Cina di awal abad ke-13 berjudul Chu-Fan-Chi (Catatan Tentang Negeri-Negeri Barbar/Asing) yang ditulis oleh Chau-Ju-kua juga mengonfirmasi hal ini. “Para penduduk Sanfo-tsi (Sriwijaya—red) tinggal secara tersebar di luar kota atau di atas air, dengan rakit-rakit yang dilapisi dengan alang-alang,” tulis Chau-Ju-kua. (Reynold Sumayku/National Geographic Indonesia)


View the original article here

Ferdinand Sinaga ingin Perkuat Sriwijaya FC

AddThis Social Bookmark Button Kamis, 29 Agustus 2013 23:28 WITA

Palembang, totalOlahraga.com - Pemain Tim Nasional Indonesia Ferdinand Sinaga ingin memperkuat Sriwijaya Football Club pada musim kompetisi mendatang (2013--2014) karena klub asal Sumatera Selatan itu masuk dalam jajaran tim papan atas Indonesia.

"Sriwijaya FC merupakan tim besar di Indonesia dan telah memiliki segudang prestasi. Pada setiap musim kompetisi selalu masuk dalam kandidat juara," kata Ferdinand seusai membela timnya Persisam Putra Samarinda berlaga melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis.

Pemain Persisam Samarinda musim ini menyatakan sebagai pesepakbola profesional berkeinginan mengeyam gelar juara liga.

"Saya rasa Sriwijaya FC bisa mewujudkan angan-angan mengangkat tropi juara," ujar pesepak bola berusia 25 tahun ini.

Ferdinand merupakan salah penyerang terbaik yang dimiliki Indonesia. Pada musim lalu berhasil membawa Semen Padang menjadi juara Indonesia Premier League (IPL).

"Sriwijaya FC selalu punya kualitas yang tak pernah pudar. Selalu stabil pada setiap musimnya, dengan menjadi tim papan atas. Jadi akan sangat bagus bisa saya menjadi bagian dari tim ini," katanya.

Kendati tertarik, namun ia mengaku belum menjalin komunikasi dengan manajemen "Laskar Wong Kito". Sementara bersama Persisam Samarinda sendiri belum mendapatkan kepastian perpanjangan kontrak kerja.

Ferdinand sebenarnya telah menjadi buruan Sriwijaya FC pada musim lalu. Hanya saja, upaya Sriwijaya FC itu didahului oleh Persisam Samarinda.

Manajer Sriwijaya FC Robert Heri mengatakan timnya membutuhkan seorang penyerang lokal dengan kualitas baik pada musim mendatang.

"Akan ada perombakan besar karena musim depan menargetkan juara. Perburuan pemain sudah dilakukan, tapi belum bisa diungkap ke publik mengenai nama-namanya," katanya. (Antara)


View the original article here