Pages

Tampilkan postingan dengan label Diskualifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diskualifikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2013

Salah Paham, Penyebab Diskualifikasi Marquez

Salah Paham, Penyebab Diskualifikasi Marquez

Pembalap Honda Marc Marquez usai menaiki motornya usai mengaganti motor dalam laga MotoGP Australia di Phillip Island, (20/10). Telat masuk Pit Stop, Marquez didikualifikasi karena panitia menetapkan untuk semua peserta mengganti motornya pada putaran ke-10. REUTERS/Brandon Malone

TEMPO.CO, Phillip Island - Honda mengakui bahwa penyebab dikeluarkannya Marc Marquez dari seri balapan Australia karena kesalahpahaman tim. Otoritas Honda menyatakan mekanisme balapan dengan format flag to flag (menggunakan pit stop) merupakan yang pertama dialami oleh tim Honda.

“Kami pikir tidak ada masalah jika pembalap mengganti sepeda motor setelah putaran 11, tapi ternyata panitia menilai lain,” ujar pihak Honda, Senin, 21 Oktober 2013. Menurut pihak Honda, penggantian sepeda motor yang dilakukan oleh Marquez merupakan bagian dari strategi yang sudah direncanakan.

Sebelumnya, seri balapan MotoGP di Australia berjalan tidak seperti biasanya. Selain putaran lomba yang dipangkas dari semula 27 menjadi 19 putaran, setiap pembalap juga diwajibkan mengganti sepeda motornya pada putaran 9 atau 10. Hal ini dilakukan lantaran kekuatan ban Bridgestone tidak mampu digunakan melebihi 14 putaran.

Akibat peraturan tersebut, pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, terkena sanksi diskualifikasi karena baru mengganti sepeda motornya pada putaran 11. Walhasil, Marquez tidak memperoleh nilai. Dengan hasil ini, perolehan poin antara tiga pembalap teratas menjadi semakin ketat. Marquez tetap memimpin dengan 298 poin diikuti Lorenzo dengan 280 poin. Tempat ketiga diisi oleh Pedrosa dengan 264 angka.

Adapun rekan satu tim Marquez, Dani Pedrosa, tidak bisa menutupi kebingungannya dengan aturan balap di Sirkuit Phillip Island. Pedrosa sempat melakukan pelanggaran ketika memasuki pit lane karena tidak bisa mengurangi kecepatan.

“Sulit bagi kami melakukan pit stop tanpa membuat suatu kesalahan karena ini yang pertama kali,” kata Pedrosa. Di sisi lain, Pedrosa juga mengeluhkan peraturan yang kerap berubah-ubah.

AUTOSPORT | ADITYA BUDIMAN

Berita Terpopuler:
Ical Anggap Dinasti Atut Baik dan Untungkan Partai
Banyak Kebakaran, Jokowi: Memang yang Bakar Saya?
Kamar Digeledah, Gayus: Bongkar Saja Pak!
Airin Menyewa Hotel Selama di Harvard
Ani Yudhoyono Abadikan Momen Pesta Azima Rajasa


View the original article here

Senin, 21 Oktober 2013

Marquez: Sanksi Diskualifikasi Terlalu Berat

Phillip Island - Meski menerima hukuman yang dijatuhkan, Marc Marquez menyebut sanksi diskualifikasi yang dia dapat di MotoGP Australia terlalu berat. Pada awalnya, dia malah tak tahu telah bersalah melanggar aturan.

"Hukumannya, mungkin itu terlalu berat, tapi pada akhirnya itulah keputusan yang dibuat. Saya pikir mungkin dijatuhi hukuman yang lain, mungkin (penalti) beberapa detik atau ride-through penalty," sahut Marquez mengomentari diskualifikasi yang dia terima di MotoGP Australia.

Race Direction menerapkan beberapa regulasi baru di MotoGP Australia, Minggu (20/10/2013) siang WIB. Selain mewajibkan pebalap mengganti motor di lap sembilan atau 10, balapan juga dipangkas dari sebelumnya berjumlah 27 putaran menjadi tinggal 19 lap saja. Selain itu, zona speed limit menjelang dan selepas pitlane juga diperpanjang.

Seluruh aturan tersebut diberlakukan khusus di Sirkuit Phillip Island terkait masalah pada ban Bridgestone. Pabrikan ban tersebut tak berani menjamin ban yang mereka siapkan bisa bertahan lebih dari 10 lap, lantaran lintasan sirkuit baru saja diaspal ulang.

Adalah Marc Marquez bernasib sial dengan aturan-aturan tersebut. Karena masuk pit dan mengganti motor baru di lap 11, pemuncak klasemen pebalap itu dikibari bendera hitam dan diharuskan langsung meninggalkan lintasan lantaran kena diskualifikasi.

"Kami membuat kesalahan besar dalam rencana balapan. (Balapan) itu memunculkan kebingungan besar karena kami pikir kami bisa melakukannya (masuk pit sebelum akhir lap 11) dan saya mengikuti apa yang tim katakan melalui pitboard. Dan saat mereka bilang 'box' saya masuk (pit stop), tapi itu suda terlambat. Kami pikir masih memungkinkan melaju di lap itu. Tapi kini kami belajar dari hal tersebut dan sekarang fokus ke Jepang," lanjut dia di Crash.

"Itu (keputusan) seluruh tim jadi Anda tidak bisa menyalahkan satu orang. Kami membuat rencana bersama dengan tiga atau empat orang bersama. Masalah terbesarnya adalah kami pikir masih bisa masuk pit pada lap itu."

"Hal positifnya adalah kami berada di sana dan berjuang untuk kemenangan. Saat saya melihat bendera hitam dan (angka) 93 itu sulit untuk dipahami. Saya pikir saya terlalu cepat saat masuk pit atau mungkin saya melewati garis putih saat keluar pit," tambah rider 20 tahun itu.

(din/mfi)

View the original article here