Pages

Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

Gunung Tertinggi di Amerika Utara Memendek


KOMPAS.com — Puncak gunung tertinggi di Amerika Utara dilaporkan telah menyusut, menurut data baru yang dirilis oleh lembaga Survey Geologi Amerika Serikat (USGS).

Berdasarkan pengukuran terakhir, tinggi Gunung McKinley yang terletak di negara bagian Alaska ternyata menyusut sekitar 25,29 m, lebih pendek daripada sebelumnya.

Berdasarkan ukuran sekarang tinggi gunung ini adalah 6.166 m. Gunung itu terakhir kalinya secara resmi diukur pada tahun 1952, kata para peneliti.

Pada saat itu, tinggi gunung tercatat pada angka 6.194 m.

USGS berspekulasi bahwa ketinggian berkurang bisa jadi karena teknologi pengukuran saat ini lebih akurat atau karena "perbedaan iklim."

Lembaga ini kemudian merilis data tersebut sebagai bagian dari upaya untuk memperbarui semua peta topografi Alaska.

Pengukuran baru ini dilakukan pada 2012 menggunakan radar Interferometric Synthetic Aperture, yaitu sebuah teknologi yang dirancang untuk melacak bentuk digital geografis yang kecil.

Gunung McKinley, tujuan populer klik pendaki gunung di AS yang juga dikenal dengan nama Denali, terletak di Taman Nasional Denali di negara bagian Alaska.


View the original article here

Ditegaskan, Tidak Ada Gunung Api Aktif Bawah Laut di Bengkulu


JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat Bengkulu dan sekitarnya tidak perlu khawatir. Tim peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang terlibat survei batimetri di laut Bengkulu dengan kapal riset Baruna Jaya menyatakan bahwa tidak ada gunung api bawah laut di wilayah itu.

Tim menyatakan bahwa apa yang diungkapkan Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (11/9/2013), tidak benar. Tim peneliti menyatakan, tidak ada ancaman bencana akibat letusan gunung api bawah laut di Bengkulu.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (16/9/2013) hari ini di Jakarta, BPPT menyatakan bahwa gunung bawah laut memang dijumpai dalam survei yang dilakukan dengan kerja sama beberapa lembaga riset di Indonesia dan Perancis.

Dasar gunung tersebut berada di kedalaman 5.000 meter di bawah permukaan laut. Sementara itu, puncak gunung berada di kedalaman 1.280 meter di bawah permukaan laut. Diameter gunung mencapai 40 - 50 kilometer.

Meski berbentuk kerucut, observasi lebih lanjut yang dilakukan BPPT pada Desember 2010 menyatakan bahwa gunung yang ditemukan tidak memiliki tanda-tanda gunung api, apalagi gunung api aktif yang bisa meletus sewaktu-waktu.

"Kalau gunung api aktif biasanya memiliki temperatur lebih tinggi dari sekitarnya. Saat kita teliti, ternyata temperaturnya sama saja. Jadi, bukan gunung api aktif," kata Ridwan Djamaluddin, Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT.

"Kita turunkan peralatan CTD (conductivity, temperature, and depth) untuk mengamati suhu wilayah itu. Namun, setelah diteliti, ternyata tidak ada anomali suhu secara signifikan," imbuh Dwo Haryanto dari Pusat Teknologi Survei Kelautan BPPT yang terlibat riset.

Keberadaan gunung api bawah laut ditandai dengan adanya keanekaragaman hayati yang lebih tinggi serta organisme yang tahan terhadap panas tinggi. Dua faktor ini juga belum dibuktikan keberadaannya di sekitar gunung yang ditemukan di bawah laut Bengkulu.

Karena gunung dikonfirmasi bukan merupakan gunung api aktif, masyarakat tak perlu khawatir. Bencana lain yang lebih perlu diantisipasi adalah gempa, karena wilayah Sumatera umumnya memang wilayah rawan gempa dan baik masyarakat ataupun infrastrukturnya belum siap menghadapi risiko gempa.


View the original article here