Akan kemanakah aku di bawa?
hingga saat ini menimbulkan tanya
engkau dan aku menuju ruang hampa
tak ada sesiapa hanya kita berdua
Kau belah dadaku mengganti isinya
dihisap pikiranku memori terhapus
terkunci mulutku menjeritkan pahit...
Uuuuuuu....
engkau dan aku menuju ruang hampa
tak ada sesiapa hanya kita berdua
Kau belah dadaku mengganti isinya
dihisap pikiranku memori terhapus
terkunci mulutku menjeritkan pahit...
Uuuuuuu....
Kau belah dadaku mengganti isinya
dihisap pikiranku memori terhapus
terkunci mulutku menjeritkan pahit...
Hingga kau belah dadaku
mengganti isinya dengan batu
hingga kau kunci rapat mulutku
engkau dan aku bumi dan langit
Hingga kau belah rongga dadaku
mengganti isinya dengan batu
hingga kau kunci rapat mulutku
engkau dan aku bumi dan langit
Hingga kau belah rongga dadaku
mengganti isinya dengan batu
hingga kau kunci rapat mulutku
engkau dan aku bumi dan langit
Hingga kau belah rongga dadaku
mengganti isinya dengan batu
hingga kau kunci rapat mulutku
engkau dan aku bumi dan langit
Sabtu, 23 Februari 2013
Efek Rumah Kaca
Tipis ozon berlubangDebu kosmik hujan asamMatahari tiada tiraiBakal bunga tak mekar
Daun-daun berlubangTak berputar energiWajah bumi menangisSedang kita tak mengerti
Kita akan terbakarKita akan wariskanUntuk anak dan cucu kita
Daun-daun berlubangTak berputar energiWajah bumi menangisSedang kita tak mengerti
Kita akan terbakarKita akan wariskanUntuk anak dan cucu kita
Mosi Tidak Percaya
ini masalah kuasa
alibimu berharga
kalau kami tak percaya
lantas kau mau apa
kamu tak berubah
slalu mencari celah
lalu smakin parah
tak ada jalan tengah
jelas kalu kami marah
kamu dipercaya susah
pantas kalau kami resah
sebab argumenmu payah
kamu tak berubah
slalu mencari celah
lalu smakin parah
tak ada jalan tengah
kamu cederai janji
luka belum terobati
janjimu, pelan-pelan akan menelanmu
janjimu, pelan-pelan akan menyerangmu
kamu cederai janji
luka belum terobati
kami tak mau di beli
kami tak bisa di beli
ini mosi tidak percaya
jangan anggap kami tak berdaya
ini mosi tidak percaya
kami tak mau lagi diperdaya
alibimu berharga
kalau kami tak percaya
lantas kau mau apa
kamu tak berubah
slalu mencari celah
lalu smakin parah
tak ada jalan tengah
jelas kalu kami marah
kamu dipercaya susah
pantas kalau kami resah
sebab argumenmu payah
kamu tak berubah
slalu mencari celah
lalu smakin parah
tak ada jalan tengah
kamu cederai janji
luka belum terobati
janjimu, pelan-pelan akan menelanmu
janjimu, pelan-pelan akan menyerangmu
kamu cederai janji
luka belum terobati
kami tak mau di beli
kami tak bisa di beli
ini mosi tidak percaya
jangan anggap kami tak berdaya
ini mosi tidak percaya
kami tak mau lagi diperdaya
Laki-Laki Pemalu
senja akan segera berlalu
seorang lelaki melintas menyimpan malu
menyusul langkah sang gadis yang mungil
tapak kakinya yang lelah menyisakan perih
nanti malam kan ia jerat rembulan
disimpan dalam sunyi hingga esok hari
lelah berpura-pura bersandiwara
esok pagi kan seperti hari ini
menyisakan duri
menyisakan perih
menyisakan sunyi
aaa
berharap gadis mengerti hatinya
tetes keringat mengalir mencoba menawan ragu
seorang lelaki melintas menyimpan malu
menyusul langkah sang gadis yang mungil
tapak kakinya yang lelah menyisakan perih
nanti malam kan ia jerat rembulan
disimpan dalam sunyi hingga esok hari
lelah berpura-pura bersandiwara
esok pagi kan seperti hari ini
menyisakan duri
menyisakan perih
menyisakan sunyi
aaa
berharap gadis mengerti hatinya
tetes keringat mengalir mencoba menawan ragu
Kenakalan Remaja Di Era Informatika
senang mengabadikan tubuh yang tak berhalang
padahal hanya iseng belaka
ketika birahi yang juara
etika menguap entah kemana
nafsu menderu-deru, bikin malu
rekam dan memamerkan raga dan yang lainnya
mungkin hanya untuk kenangan
ketika birahi yang juara
etika menguap entah kemana
nafsu menderu-deru, bikin malu
nafsu menderu-deru, susah maju
apakah kita tersesat arah
mengapa kita tak bisa dewasa, dewasa
padahal hanya iseng belaka
ketika birahi yang juara
etika menguap entah kemana
nafsu menderu-deru, bikin malu
rekam dan memamerkan raga dan yang lainnya
mungkin hanya untuk kenangan
ketika birahi yang juara
etika menguap entah kemana
nafsu menderu-deru, bikin malu
nafsu menderu-deru, susah maju
apakah kita tersesat arah
mengapa kita tak bisa dewasa, dewasa
Banyak Asap Di Sana
hidup tak lagi sama
konglomerasi pesta
lapar bagaikan hama
tak ada yang tersisa
dedikasi dijaga
berjejal di kepala
demi sanak saudara
hingga lesakkan dada
diskriminasi harga
untuk kita semua
kado bersama-sama
di musim petik tiba
pemuda lari ke kota
berharap tanahnya mulya
kosong di depan mata
banyak asap disana
menanam tak bisa
menangispun sama
gantung cita-cita
di tepian kota
konglomerasi pesta
lapar bagaikan hama
tak ada yang tersisa
dedikasi dijaga
berjejal di kepala
demi sanak saudara
hingga lesakkan dada
diskriminasi harga
untuk kita semua
kado bersama-sama
di musim petik tiba
pemuda lari ke kota
berharap tanahnya mulya
kosong di depan mata
banyak asap disana
menanam tak bisa
menangispun sama
gantung cita-cita
di tepian kota
Efek rumah kaca - Balerina
hidup bagai balerina
kerap maju berirama
detaknya dimana-mana
seperti udara
hidup bagai balerina
menghimpun energi
mengambil posisi
menjejakkan kaki
meniti temali
merendah meninggi
rasakan api
konsentrasi
biar tubuhmu berkelana
lalui kegelisahan
mencari keseimbangan
mengisi ketiadaan
di kepala dan di dada
hidup trasa begitu lentur
meraba tekstur ciptakan gestur
berjingkrak tidak teratur
seperti melantur
hidup trasa begitu lentur
kerap maju berirama
detaknya dimana-mana
seperti udara
hidup bagai balerina
menghimpun energi
mengambil posisi
menjejakkan kaki
meniti temali
merendah meninggi
rasakan api
konsentrasi
biar tubuhmu berkelana
lalui kegelisahan
mencari keseimbangan
mengisi ketiadaan
di kepala dan di dada
hidup trasa begitu lentur
meraba tekstur ciptakan gestur
berjingkrak tidak teratur
seperti melantur
hidup trasa begitu lentur
Langganan:
Postingan (Atom)